Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Hipertropi Prostat


Defenisi

Hipertropi Prostat adalah pembesaran dari kelenjar prostat yang disebabkan oleh bertambahnya sel-sel glandular dan interstitial yang menyebabkan berbagai derajat obstruksi uretral dan gangguan aliran urine, dan kebanyakan terjadi pada umur lebih dari 50 tahun.

Hipertropi dari kelenjar periuretral ini kemudian mendesak jaringan prostat yang asli ke penfer dan menjadi kasus.

Etiologi

Ada beberapa teori yang mengemukakan penyebab terjadinya hipertropi prostat antar lain :

1. Teori sel Stem ( Isaacs 1984,1987 )

Berdasarkan teori ini jaringan prostat pada orang dewasa berada pada keseimbangan antara pertumbuhan sel dan sel yang mati.Keadaan ini disebut Steady State. Pada jaringan prostat terdapat sel stem yang dapat berproli serasi lebih cepat sehingga terjadi hiperplasia kelenjar penuretral.

2. Teori Mc Neal ( 1987 )

Menurut Mc Neal pembesaran  prostat jinak dimulai dari zona transisi yang letaknya sebelah proksimal dan spinater eksternal pada kedua sisi verumen tatum di zonaperiuretral.

3. Teori Di Hidro Testosteron ( DHT )

Testosteron yang diohasilkan oleh sel leyding jumlah testosteron yang dihasilkan oleh testis kira-kira 90 % dari seluruh produksi testosteron. Sedang yang 10 % dihasilkan oleh kelenjar adrenal. Sebagian besar testosteron dalam keadaan terikat dengan protein dalam bentuk serum.

Bendung hormon ( SBH ) sekitar 20 % testosteron berada dalam keadaan bebas dan testosteron bebas inilah yang memegang peranan peranan dalam proses terjadinya pembesaran prostat testosteron  bebas dapat masuk ke dalam sel prostat dengan menembus membran sel ke dalam sitoplasma sel prostat sehingga membentuk DHT heseplar kompleks yang akan mempengaruhi asam RNA yang menyebabkan terjadinya sintyesis protein sehingga dapat terjadi profilikasi sel

Anatomi Fisiologi

Kelenjar proatat adalah suatu jaringan fibromuskular dan kelenjar grandular yang melingkari urethra bagian proksimal yang terdiri dari kelnjar majemuk, saluran-saluran dan otot polos terletak di bawah kandung kemih dan melekat pada dinding kandung kemih dengan ukuran panjang : 3-4 cm dan lebar : 4,4 cm, tebal : 2,6 cm dan sebesar biji kenari, pembesaran pada prostat akan membendung uretra dan dapat menyebabkan retensi urine, kelenjar prostat terdiri dari lobus posterior lateral, anterior dan lobus medial, kelenjar prostat berguna untuk melindungi spermatozoa terhadap tekanan yang ada uretra dan vagina. Serta menambah cairan alkalis pada cairan seminalis.

Patofisiologi

Menurut Mansjoer Arif tahun 2000 pembesaran prostat terjadi secara perlahan-lahan pada traktus urinarius. Pada tahap awal terjadi pembesaran prostat sehingga terjadi perubahan fisiologis yang mengakibatkan resistensi uretra daerah prostat, leher vesika kemudian detrusor mengatasi dengan kontraksi lebih kuat.

Sebagai akibatnya serat detrusor akan menjadi lebih tebal dan penonjolan serat detrusor ke dalam mukosa buli-buli akan terlihat sebagai balok-balok yang tampai (trabekulasi). Jika dilihat dari dalam vesika dengan sitoskopi, mukosa vesika dapat menerobos keluar di antara serat detrusor sehingga terbentuk tonjolan mukosa yang apabila kecil dinamakan sakula dan apabila besar disebut diverkel. 

Fase penebalan detrusor adalah fase kompensasi yang apabila berlanjut detrusor akan menjadi lelah dan akhirnya akan mengalami dekompensasi dan tidak mampu lagi untuk kontraksi, sehingga terjadi retensi urin total yang berlanjut pada hidronefrosis dan disfungsi saluran kemih atas.

Tanda dan Gejala

1. Hilangnya kekuatan pancaran saat miksi (bak tidak lampias)
2. Kesulitan dalam mengosongkan kandung kemih.
3. Rasa nyeri saat memulai miksi/
4. Adanya urine yang bercampur darah (hematuri).

Komplikasi

1. Aterosclerosis
2. Infark jantung
3. Impoten
4. Haemoragik post operasi
5. Fistula
6. Striktur pasca operasi & inconentia urine


Pemeriksaan Diagnosis
Laboratorium
    Meliputi ureum (BUN), kreatinin, elekrolit, tes sensitivitas dan biakan urin.
•  Radiologis
Intravena pylografi, BNO, sistogram, retrograd, USG, Ct Scanning, cystoscopy, foto polos abdomen. Indikasi sistogram retrogras dilakukan apabila fungsi ginjal buruk, ultrasonografi dapat dilakukan secara trans abdominal atau trans rectal (TRUS = Trans Rectal Ultra Sonografi), selain untuk mengetahui pembesaran prostat ultra sonografi dapat pula menentukan volume buli-buli, mengukut sisa urine dan keadaan patologi lain seperti difertikel, tumor dan batu (Syamsuhidayat dan Wim De Jong, 1997).

1. Prostatektomi Retro Pubis

Pembuatan insisi pada abdomen bawah, tetapi kandung kemih tidak dibuka, hanya ditarik dan jaringan adematous prostat diangkat melalui insisi pada anterior kapsula prostat.
Prostatektomi Parineal

Yaitu pembedahan dengan kelenjar prostat dibuang melalui perineum.

Penatalaksanaan

Non Operatif

1. Pembesaran hormon estrogen & progesteron
2. Massase prostat, anjurkan sering masturbasi
3. Anjurkan tidak minum banyak pada waktu yang pendek
4. Cegah minum obat antikolinergik, antihistamin & dengostan
5. Pemasangan kateter.

Operatif

1. Indikasi : terjadi pelebaran kandung kemih dan urine sisa 750 ml
2. TUR (Trans Uretral Resection)
3. STP (Suprobic Transersal Prostatectomy)
4.  Retropubic Extravesical Prostatectomy)
5. Prostatectomy Perineal

Asuhan Keperawatan pada Pasien dengan Benigna Prostat Hipertropi (BPH)

Pengkajian
Data subyektif :
Pasien mengeluh sakit pada luka insisi.
Pasien mengatakan tidak bisa melakukan hubungan seksual.
Pasien selalu menanyakan tindakan yang dilakukan.
Pasien mengatakan buang air kecil tidak terasa.

 Data Obyektif :
Terdapat luka insisi
Takikardi
Gelisah
Tekanan darah meningkat
Ekspresi w ajah ketakutan
Terpasang kateter
  

Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul

1. Gangguan rasa nyaman : nyeri berhubungan dengan spasme otot spincter
2.  Kurang pengetahuan : tentang TUR-P berhubungan dengan kurang informasi
3. Gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri / efek pembedahan

Intervensi
1. Diagnosa Keperawatan
  Gangguan rasa nyaman : nyeri berhubungan dengan spasme otot spincter
   
Tujuan 

Setelah dilakukan perawatan selama 3-5 hari pasien mampu mempertahankan derajat kenyamanan secara adekuat.

Kriteria hasil :

Secara verbal pasien mengungkapkan nyeri berkurang atau hilang.
Pasien dapat beristirahat dengan tenang.

Intervensi 
:
Kaji nyeri, perhatikan lokasi, intensitas (skala 0 - 10)
Monitor dan catat adanya rasa nyeri, lokasi, durasi dan faktor pencetus serta penghilang nyeri.
Observasi tanda-tanda non verbal nyeri (gelisah, kening mengkerut, peningkatan tekanan darah dan denyut nadi)
Beri ompres hangat pada abdomen terutama perut bagian bawah.
Anjurkan pasien untuk menghindari stimulan (kopi, teh, merokok, abdomen tegang)
Atur posisi pasien senyaman mungkin, ajarkan teknik relaksasi
Lakukan perawatan aseptik terapeutik
Laporkan pada dokter jika nyeri meningkat.

2. Diagnosa Keperawatan 2. :
Kurang pengetahuan: tentang TUR-P berhubungan dengan kurang informasi

Tujuan :
Klien dapat menguraikan pantangan kegiatan serta kebutuhan berobat lanjutan 

Kriteria hasil :

Klien akan melakukan perubahan perilaku.
Klien berpartisipasi dalam program pengobatan.
Klien akan mengatakan pemahaman pada pantangan kegiatan dan kebutuhan berobat lanjutan.

Intervensi :

Beri penjelasan untuk mencegah aktifitas berat selama 3-4 minggu.
Beri penjelasan untuk mencegah mengedan waktu BAB selama 4-6 minggu; dan memakai pelumas tinja untuk laksatif sesuai kebutuhan.
Pemasukan cairan sekurang–kurangnya 2500-3000 ml/hari.
Anjurkan untuk berobat lanjutan pada dokter.
Kosongkan kandung kemih apabila kandung kemih sudah penuh.

3. Diagnosa Keperawatan 

           Gangguan pola tidur berhubungan dengan nyeri / efek pembedahan

          Tujuan :
        Kebutuhan tidur dan istirahat terpenuhi

  Kriteria hasil :
Klien mampu beristirahat / tidur dalam waktu yang cukup.

Klien mengungkapan sudah bisa tidur.
Klien mampu menjelaskan faktor penghambat tidur.

Intensi :
Jelaskan pada klien dan keluarga penyebab gangguan tidur dan kemungkinan cara untuk menghindari.
Ciptakan suasana yang mendukung, suasana tenang dengan mengurangi kebisingan.
Beri kesempatan klien untuk mengungkapkan penyebab gangguan tidur.
Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat yang dapat mengurangi nyeri (analgesik).


Daftar Pustaka

Doenges, M.E., Marry, F..M and Alice, C.G., 2000. Rencana Asuhan Keperawatan : Pedoman Untuk Perencanaan Dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Jakarta, Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Long, B.C., 1996. Perawatan Medikal Bedah : Suatu Pendekatan Proses Keperawatan. Jakarta, Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Lab / UPF Ilmu Bedah, 1994. Pedoman Diagnosis Dan Terapi. Surabaya, Fakultas Kedokteran Airlangga / RSUD. dr. Soetomo.

Hardjowidjoto S. (1999).Benigna Prostat Hiperplasia. Airlangga University Press. Surabaya

Soeparman. (1990). Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II. FKUI. Jakarta.






Anatomi Fisiologi Reproduksi Wanita


Kebanyakan wanita di indonesia tidak mengetahui  tentang anatomi alat genetalianya sendiri. Ada yang mengetahui namanya tapi tidak mengetahui dimana letaknya dan ada pula sebaliknya. Tenaga medis pun kalau di suruh untuk menjelaskan anatomi sistem reproduksi wanita ada yang rada-pusing, hal tersebut terjadi  jika tidak di imbangi dengan  belajar di mata kuliah anfis(anatomi dan fisiologi) organ-organ pada manusia.

Kali Ini saya akan memberikan pemahaman singkat tentang Anatomi Dan Fisiologi Sistem Reproduksi Wanita.

Sebelum membahas terlalu jauh tentang anatomi Dan Fisiologi Sistem Reproduksi Wanita alangkah baiknya jika kita membagi pembahasa ini 

menjadi dua pokok pembahasan agar mudah di pahami pembagian sistem reproduksi wanita

1. Organ Internal (bagian dalam) Sistem Reproduksi Pada Wanita

Organ internal sistem reproduksi wanita terdiri dari: dua ovarium dan dua tuba fallopi atau saluran telur, uterus dan vagina. Atau dapat di spesifikasikan.

# Ovarium
# Tuba fallopi
# Uterus (rahim)
# Ovarium

Tempat terbentuknya sel telur (sel  ovum) pada wanita.umumnya setiap wanita memiliki sepasang ovarium (sepasang kiri-kanan) dan menjalankan fungsi yang sama yakni Ovarium berfungsi pembentukan dan pematangan folikel menjadi ovum (dari sel epitel germinal primordial di lapisan paling luar epital ovarium di korteks), ovulasi (keluarnya sel ovum), sintesis dan sekresi hormon-hormon steroid (estrogen, progesteron oleh korpus luteum pascaovulasi). ovarium berbentuk oval, terletak di dalam rongga peritoneum,  sebagai jaringan ikat dan jalan pembuluh darah dan saraf. Pada wanita yang sudah mengalami masa pubertas,setiap bulannya hipotalamus memerintahkan ovarium untuk melepaskan ovum.

# Tuba fallopi 

Merupakan saluran yang  menghubung ovarium(tempat terbentuknya sel ovum) dengan uterus dan bermuara pada rongga  uterus, sama halnya dengan ovarium ,seorang wanita memiliki sepasang tuba fallopi yaitu bagian kanan dan kiri dimana tuba fallopi merupakan tempat bertemunya sel ovum dan sel sperma

# Uterus

Terletak ditengah panggul seorang wanita,hal itu bisa diketahui oleh orang yang sudah pintar anatomi. dan secara struktur dibagi menjadi badan atau korpus, dan serviks. lapisan bagian dalam uterus di sebut endometrium, Endometrium dilepaskan selama menstruasi. Pada bagian terbawah dari korpus terdapat os internal  dari serviks.  Os eksternal  terletak pada ujung  bawah dari serviks. Dengan demikian , kanalis servikalis yang menghubung antara rongga korpus uteri ,melalui os internal dan os eksternal dalam vagina.

Organ ekterna secara umum atau dalam dunia kesehatan  disebut vulva dan terdiri dari struktur-struktur yang tampak dari luar, mulai dari pubis  sampai ke perinium: mulai dari mons pubis, labia mayora, labia minora, klitoris, vestibulum, berbentuk seperti buah amandel  didalam labia minora. Meatus uretra, lubang vagina atau introitus, terdapat dua perangkap kalenjar yaitu kalenjar skene dan bartholini, yang bermuara pada  vestibulum.

2. Organ Eksternal (bagian luar ) Sistem Reproduksi Pada Wanita

# mons pubis daerah paling atas alat genetalia wanita ketika pubertas bagian ini akan di tumbuhi rambut-rambut halus

#  lapisan lemak lanjutan dari mons pubis, mons pubis meliputi permukaan anterior dari simvisis pubis  kebawah dan bersatu disebut labia mayora

# Labiaminora

Lipatan yang memiliki  jaringan yang sangat  tipis di balik labia mayora, tidak mempunyai tidak di tumbuhi  rambut. Terdapat banyak sekali  pembuluh darah, otot polos dan ujung serabut saraf.

# Clitoris

Terdiri dari glans clitoridis sama halnya dengan pria yang biasa di sebut glans penis yang terletak di bagian superior vulva, dan corpus clitoridis yang tertanam di dalam dinding anterior vagina.pada clitoris juga terdapat reseptor androgen. Banyak pembuluh darah dan ujung serabut saraf yang membuatnya menyandang gelar organ yang paling sensitif.

# Perineum

Antara tepi bawah vulva dengan tepi depan anus. Batas otot-otot diafragma pelvis.Perineum saat persalinan kadang harus di robek untuk mempermudah dan memperbesar jalan lahir hingga seorang ibu dengan mudah mengeluarkan janin,dalam medis dipotong atau di robeknya perineum disebut dengan istilah 

# Vagina 
       Fungsi utama vagina : untuk mengeluarkan ekskresi uterus pada haid jika wanita sudah pubertas atau akil baligh, untuk jalan lahir bagi janin yang di kandung dan untuk kopulasi (persetubuhan yang sudah memiliki ikatan resmi).

Demikian pemaparan singkat tentang Anatomi Fisiologi Reproduksi Wanita

Segi tiga epidemiologi

     Sector Indonesia saat ini sedang berada dalam situasi transisi epidemiologi ( epidemiological transition ) yang harus menanggung beban berlebih ( triple burden ).

     Meskipun banyak penyakit menular  ( communicable disease ) seperti cacar dan frambusia yang sudah bisa di tanggani, namun masih banyak penyakit lainseperti tuberculosis, kusta dan diare yang elum tuntas. Pada sisi lain terjadi peningkatan penyakit tidak menular ( non communicable disease ) seperti penyakit jantung , diabetes mellitus, kanker, dan obesitas. Masalah di atas di tambah dengan masalah lain  yang munculnya penyakit baru ( new emerging disease ) seperti SARS dan flu burung.

    Penyakit menular adalah penyakit yang di tularkan melalui berbagai media. Penyakit seperti ini merupakan masalah kesehatan yang besar di  hampir semua Negara berkembang karna angka kesakitan dan kematian yang relatif tinggi dalam waktu yang relatif singkat. Berbeda dengan tidak menular yang biasanya bersifat menahun dan banyak di sebabkan oleh gaya hidup ( life style ), penyakit menular umumnya bersifat akut (mendadak) dan dapat menyerang semua lapisan masyarakat. Penyakit jenis ini masih di prioritaskan mengingat sifat menularnya yang bisa menyebabkan wabah dan menimbulkan kerugian yang besar.

     Penyakit menular merupakan hasil perpaduan berbagai faktor yang saling mempengaruhi. Faktor tersebut yaitu lingkungan (environment), agen penyebab penyakit (agent), dan pejamu (host). Ketiga faktor penting ini disebut segi tiga epidemiologi (epidemiological triangle). Hubungan ketiga faktor tersebut biasanya di gambarkan secara sederhana sebagai timbangan , yaitu agen penyebab penyakit pada satu sisi dan pejamu pada sisi lain dengan lingkungan sebagai penumpunya.

     Bila agen penyebab penyakit dengan pejamu berada dalam keadaan seimbang, maka seseoarang berada dalam keadaan sehat. Perubahan keseimbangan akan menyebabkan seseorang sehat atau sakit. Penurunan daya tahan tubuh akan menyebabkan ‘bobot’ agen penyebab penyakit menjadi lebih berat sehingga seseorang menjadi sakit. Demikian pula bila agen lebih banyak atau lebih ganas  sedangkan faktor pejamu tetap, maka bobot agen penyebab menjadi lebig berat. Sebaliknya bila daya tahan tubuh seseorang baik atau meningkat maka ia dalam keadaan sehat, apabila faktor lingkungan menguntungkan agen penyebab penyakit maka orang tersebut akan sakit.

1. Lingkungan

      Lingkungan di bagi menjadi dua yakni lingkungan fisik dan lingkungan non fisik.
Lingkungan fisik terdiri dari :

a. Keadaan geografis ( dataran tinggi / rendah, persawahan dll)

   Keadaan geografis seperti ketinggian suatu tempat juga mempengaruhi penularan penyakit. Penularan nyamuk aedes aegypti tidak menyukai ketinggian lebih dari 1000 m di atas permukaan laut. Kadar oksigen juga mempengaruhi daya tahan tubuh seseorang. Semakin tinggi letak pemukiman, maka akan semakin rendah kadar oksigennya. Dataran tinggi juga berhubungan dengan temperature udara. Lingkungan persawahan juga bisa di hubungkan dengan penyakit yang di tularkan oleh cacing, parasif, dan nyamuk

b. Kelembapan udara

    Sebagian besar vector penular penyakit dan agen penyebab penyakit lebih menukai lingkungan yang lembab. Nyamuk aedes aegypti biasanya mencari tempat perkembangbiakan yang teduh dan terlindungi dari sinar maahari

c. Temperature

   Temperature sering di hubungkan dengan cuaca dan letak Negara. Di Negara tropis seperti Indonesia, temperaturnya lebih rendah lebih disukaioleh vector dan agen penyebab penyakit di banding temperature tinggi. Sebagian besar bakteri akan mati pada pemanasan 80-90  derajat celcius kecuali bakteri berspora yang akan mati pada suhu 100 derajat celcius. Pada temperature 40-50 derajat celcius.atau 10-20 derajat celcius. Mikroba akan mengalami pertumbuhan yang lambat karna pertumbuhan optimal bakteri pada suhu 20-40 derajat celcuis. Pada temperature di bawah 0 derajat celcius tidak ada pertumbuhan mikroba.

d. Lingkungan tempat tinggal

   Sanitasi lingkungan perumahan sangat berkaitan dengan penularan penyakit. Rumah dengan pencahayaan yang kurang memudahkan perkembangan sumber penyakit. Sinar matahari mengandung sinar ultra violet yang bisa membunuh kuman penyakit.
Aliran udara ( ventilasi ) berkaitan dengan penularan penyakit. Rumah dengan ventilasi yang baik akan menyulitkan pertumbuhan kuman penyakit. Pertukan udara yang baik dapat memecah konsentrasi kuman di udara.

    Bahan bangunan rumah berdampak pada sanitasi perumahan. Rumah dengan lantai tanah akan berbeda dengan lantai ubin bila di tinjau dari segi kesehatan. Dinding beton dan tembok akan jauh lebih baik dari pada dinding dengan anyaman bambu atau dinding semi permanen.

     Sarana air minum merupakan bagian yang sangat penting dari kesehatan lingkungan. Sumber air minum dapat berasal dari sumur gali ,sumur pompa tangan dangkal / dalam(SPTDL/SPTDK) , sumur artesis, perpipaan atau PDAM, penampungan air hujan (PAH), dan penampungan mata air(PMA). Semua sumber tersebut harus memenuhi syarat kesehatan air minum yaitu kadar E.colli nol atau negative. Sumur gali misalnya harus berjarak minimal 10 meter dari septi tank. Sarana ini sangat erat kaitannya dengan penyakit diare.

    Jamban keluarga yang memenuhi syarat kesehatan dapat mencegah penularan penyakit melalui lalat dan vector lainnya. Tinja yang buang sembarangan dapat menjadi media penularan dan tempat yang baik bagi kuman.

   Selain itu saluran pembuangan air limbah  juga berkontribusi terhadap sanitasi lingkungan . halaman rumah yang becek  karna SPAL memudahkan penularan penyakit terutama yang di tularkan oleh cacing dan parasit.

  Lingkungan nonfisik meliputisosial (pendidikan, pekerjaan), budaya (adat, kebiasaan turun-temurun), ekonomi( kebijakan mikro dan kebijakan local), politi ( sukses kepemimpinan yang mempengaruhi kebijakan pencegahan dan penanggulangan suatu penyakit).

  Lingkungan sosial masyarakat berpengaruh pada tingkat pengetahuan , sikap dan praktek masyarakat dalam bidang kesehatan. Tingkat pendidikan berhubungan dengan kemampuan menerima informasi kesehatan dari media massa dan petugas kesehatan. Banyak kasus kesakitan dan kematian masyarakat yang diakibatkan oleh rendahnya tingkat pendidikan penduduk. Suatu laporan dari Negara bagian kerala di india utara menyatakan bahwa status kesehatan disana sangat baik , jauh di atas rata-rata status kesehatan nasional setelah di telusuri ternyata tingkat pendidikan kaum wanita sangat tinggi di atas kaum pria. Status pekerjaan juga mempengaruh pada kesehatan. Lingkungan pemukiman yang sebagian besar terdiri dari buruh pabrik akan berbeda dengan perumahan dosen ataupun dengan perkampungan nelayan.

     Pengaruh budaya pada penularan penyakit memang bayak belum di teliti.beberapa kebiasaan lokal didaerah Sumatra seperti “tidak turun ke tanah”(tidak keluar rumah ) bagi bayi cakupan imunisasi dasar rutin. Kebiasaan member ramuan tradisional pada tali pusat bayi yang baru lahir tanpa pengawasan tenaga medis dan tanpa pertimbangan sterilitas dapat meningkatkan resiko kasus tenatus neonatorum.

     Faktor ekonomi yang berhubungan dengan daya beli masyarakat akan berkaitan sangat signifikan dengan penyakit menular. Kemampuan ekonomi masyarakat biasanya tercermin pada kondidi lingkungan perumahan seperti sarana air minum,jamban keluarga, SPAL, lantai, dinding, dan atap rumah. Kemampuan anggaran rumah tangga juga mempengaruhi kecepatan untuk meminta pertolongan apabila anggota keluarganya sakit. Mulai dari kebijakan pemerintah, PERDA yang berdampak pada kemampuan daya beli masyarakat akan berpengaruh secara langsung (tidak berobat waktu sakit) atau kenaikan harga bahan pokok.

   Situasi politik juga baik nasional maupun lokal misalnya pemilu dan pilkada akan menyedot sumber daya masyarakat yang dapat mempengaruhi kejadian kesakitan dan kematian pada masyarakat . pemimpin dengan tingkat kepedulian tinggi terhadap kesehatan masyarakat akan mendukung dalam bentuk komitmen dan dana untuk penanggulangan penyakit.



Semoga bermanfaat untuk semua “ Teamwork212 “
  

Tanda Dan Gejala Penyakit Pada Sistem Pernapasan | KHALIL ALFALAH, S.Kep (FOUNDER TEAMWORK212)

       
TANDA DAN GEJALA PENYAKIT PADA SISTEM PERNAPASAN
Penyakit pada sistem pernapasan
menimbulkan tanda serta gejala umum. Yang termasuk  Tanda Dan Gejala Penyakit Pernapasan adalah : batuk,sputum yang berlebihan atau abnormal, hemoptisis, dispnea dan nyeri dada.

         Yang merupakan tanda dan gejala umum lainnya adalah sianosis , jari-jari tabuh dan manifestasi laennya yang  berkaitan dengan pertukaran gas yang tidak adekuat.

         Saya pribadi juga menyarankan kepada teman-teman untuk mencari referensi lain juga mungkin lebih komplit dari pembahasanku dan pembahasannya tentang bunyi dada dan penilaian sistemik dari keadaan yang merujuk ke pembahasan tanda dan gejala penyakit pernapasan.

Baca juga artikel tentang" Mengenal Anatomi dan Fisiologi Sistem Reproduksi Wanita"


Kali ini secara spesifik saya akan membahas tentang.

  1. Batuk
  2. Sputum
  3. Hemoptisis
  4. Dispnea
  5. Nyeri dada

    Simaklah dengan seksama pembahasan singkatku di bawah.


    1. BATUK

    BATUK
    Batuk merupakan suatu refleks protektif yang timbul akibat iritasi percabangan trakeabronkial.

    Kemampuan untuk batuk merupakan mekanisme yang penting untuk membersihkan saluran pernapasan bagian bawah.

    Kebanyakan orang dewasa normal batuk beberapa kali setelah bangun tidur pada pagi hari untuk membersihkan trake dan faring dari sekret yang terkumpul selama mereka tidur.

    Batuk juga merupakan gejala yang paling umum dari penyakit pernapasan, segala jenis batuk yang berlangsung lebih dari tiga minggu harus di selidiki untuk memastikan penyebabnya.

    Rangsangan yang biasa menimbulkan batuk adalah rangsangan mekanik, kimia, dan peradangan( inflamasi),inhalasi debu, asap dan benda-benda asing kecil merupakan penyebab paling sering dari batuk.

    Perokok sering menderita batuk kronik karna sering mengisah benda asing(asap rokok) dan saluran pernapasannya sering mengalami peradangan kronik.

    Batuk juga terjadi biasanya terjadi akibat rangsangan mekanik dari tumor baik yang intrinsik maupun yang ekstrinsik terhadap sauran napas merupakan penyebab lain yang dapat menimbulkan batuk(tumor yang paling sering menimbulkan batuk adalah karsinoma bronkogenik).

    Peradangan saluran pernapasan dengan atau tanpa eksudat dapat mengakibatkan batuk  misalnya : bronkitis kronik, tuberkulosis, dan pneumonia yang secara tipikan memiliki batuk sebagai gejala yang mencolok.

    Batuk dapat di bedakan sifatnya yaitu batuk yang bersifat produktif dan batuk yang tidak produktif,keras dan parau(ada tekanan pada trakea)sering , jarang atau proksima;(batuk yang intermiten).

    RUJUKAN KLIK DISINI

    2. SPUTUM

    SPUTUM
    Orang dewasa memproduksi mukus sekitar 100 ml dalam saluran pernapasannya tiap hari.

    Mukus biasanya di angkut ke faring oleh gerakan pembersihan normal dari silia yang membatasi saluran pernapaasan.jika membentuk mukus yang berlebihan mungkin pembersihan mungkin tak efekti lagi,sehingga akhirnya mukus tertimbun. Bila hal ini terjadi, maka membran mukosa terangsang dan mukus di keluarkan dalam bentuk sputum.

    Pembentukan mukus yang berlebihan mungkin di sebabkan oleh gangguan fisik atau kimiawi bahkan bisa di sebabkan juga oleh gangguan infeksi pada membran mukosa.

    Kapan saja orang membentuk sputum , maka perlu di pelajari sumber, warna,volume serta konsistensinya.

    Sputum yang dihasilkan sewaktum membersihkan tenggorokan kemungkinan besar berasal dari sinus-sinus atau saluran hidung,dan bukan dari saluran napas bagian bawah.

    Sputum yang banyak sekali dan purulen menyatakan adanya supuratif,seperti abses paru,sedangkan pembentukan sputum yang terus meningkat dengan perlahan –lahan dalam jangka waktu bertahun-tahun merupakan tanda adanya penyakit bronkitis kronis atau bronkiestasis bahkan bisa di bilang tanda awal tbc.

    Warna sputum juga penting warna sputum yang kekuning-kuningan merupakan tandanya infeksi pada saluran pernapasan anda.

    Warna sputum yang hijau merupakan petunjuh adanya penimbunan nanah pada saluran pernapasan.

    Warna hijau pada sputum merupakan petunjuk adanya verdoperoksidase yang dihasilkan oleh leokosit(sel darah putih) polimor fonuklear dalam sputum,sputum yang berwarna hijau sering di temukan pada pasien yang mengidap bronkitis, karna penimbunan nanah pada bronkiolus yang melebar dan sudah terinfeksi.banyak juga pasien menderita infeksi saluran pernapasan bagian bawah mengeluarkan sputum pada pagi hari,tetapi makin siang makin kuning, mungkin hal inI disebab oleh penimbunan sputum yang purulen pada malam hari, disertai pengeluaran verdoperoksidase

    3. HEMOPTISIS

    HEMOPTISIS
    Sputum dapat bercampur darah atau bahkan seluruh cairan yang di keluarkan berupa darah.

    Hemoptisis adalah istilah yang paling pantas atau sering digunakankan dalam dunia kesehatan untuk menyatakan gejala batuk yang bercampur darah atau sputum yang di hasilkan dari saluran pernapasan yang bercampur darah.

    Setiap proses infeksi yang merusak kesinambungan pembuluh dalah pada paru-paru dapat mengakibatkan pendarahan. Pasien atau penderita dengan gejala umum batuk darah merupakan gejala yang amat serius untuk di tanggulangi bisa jadi itu merupakan manifestasi pertama dari penyakit tuberkolosis aktif.

    Sebab lain orang atau pasien batuk darah adalah karsinoma bronkogenik,infrak, dan abses paru.
    Sputum yang mengandung darah dan memiliki warna yang pekat merupakan ciri khas yang sering di jumpai pada penderita pneumonia.

    Saran saya sebelum anda mevonis seorang pasien dengan gelaja yang di terangkan dari hemoptisis alangkah baiknya anda sebagai tenaga medis (perawat bahkan dokter) harus megkaji lagi apakah sputum tersebut berasal dari hidung,saluran pernapasan bagian bawah atau dari saluran pencernaan.

    4. DISPNEA.

    DISPNEA
    Dispnea atau sesak napas adalah perasaan sulit dan merupakan gejala awal dari penyakit kardiopulmonar.

    Seorang yang mengalami dispnea sering mengeluh napasnya menjadi pendek atau saat bernapas kaya’ tercekik.

    Dispnea buka selalu menunjuka bahwa orang tersebut menderita penyakit pada saluran pernapasannya, kebanyakan orang normal akan mengalami dispnea jika melakukan kegiatan fisik pada tingkat-tingkat tertentu.

    Dispnea juga merupakan keluhan pada orang yang menderita “sindrom hiperventilasi” pada orang- orang sehat yang mengalami sters emosi.

    Besarnya tenaga fisik yang di keluarkan yang mengakibatkat dispnea tergantung dari usia, jenis kelamin, ketinggian suatu tempat, jenis latihan atau kegiatan fisik yang di lakukan, dan terlibatnya emosi dalam melakukan kegiatan tersebut.

    Jadi untuk seorang tenaga medis pintar-pintar mengaitkan dispnea yang terjadi pada pasien dengan tingkat aktivitasnya yang minimal menyebabkan dispnea sebelum mendiagnosa pasien tersebut.

    Dispnea dapat terjadi pada orang sehat jika dia melakukan aktifitas diantaranya Latihan fisik seperti :main bola. Lari cepat, naik turun tangga.

    Faktor terpenting dari timbulnya dispnea adalah apakah ventilasi atau usaha yang dilakukan memadai untuk tingkat aktifitas itu.

    5. NYERI DADA

    NYERI DADA
    Nyeri dada timbul biasanya dengan berbagai sebab, akan tetapi dalam sistem pernapasan yang paling mencolok itu nyeri dada di sebabkan oleh radang pleura (pleuritis ). Karna hanya lapisan plietalis pleura saja yang merupakan sember nyeri karna  lapisan pleura viseralis dan parenkim paru-paru di anggap organ yang tidak peka.

    Umumnya pleuritis terjadi mendadak , tetapi dalam kasus lain biasanya pleuritis timbul secara perlahan ( bertahap ).

    Nyeri terjadi pada tempat peradangan dan biasanya tempat peradangan biasanya di ketahui dengan cepat dan tepat.

    Perasaan nyeri yang di alami di saluran pernapasan biasanya rasanya itu bagai teriris benda tajam , hal ini di perberat dengan adanya batuk, bersin dan napas yang dalam .

    Seringkali pasien bernapas dengan cepat dan dangkal, untuk itu bagi yang menderita nyeri dada disarankan untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak diperlukan karna akan memperberat rasa nyeri yang di alami.

    Saranku ketika anda merasa nyeri dada yang berat atau tidak bisa ditahan lagi sebaiknya pergi periksa ke klinik terdekat, tapi jika hal itu masih bisa di tahan,,saranku ketika nyeri itu timbul tekanlah pada bagian tersebut atau di tempat terjadinya peradangan karna nyeri itu akan reda jika anda menekan pada area tersebut.

    Penyebab utama nyeri pleuritis adalah infeksi pada paru-paru atau infrak,

    Meskipun keadaan tersebut dapat menimbulkan nyeri.

    Penderita pneumotoraks atau atelektasis dapat kadang-kadang menimbulkan nyeri dada yang diduga akibat tarikan pada pleura parietalis karna adanya perlekatan dengan pleura viseralis.

    Semoga ulasan singkat di atas dapat membantu teman-teman dalam memahami tanda dan gejala Penyakit pada sistem pernapasan



    Ayo Cegah KANKER LEHER RAHIM


    Apakah Kanker Leher Rahim Itu ?

    Kanker Leher Rahim adalah tumbuhnya sel-sel tidak normal pada leher rahim. Penyebabnya adalah Virus HPV(Virus Papiloma Manusia). Bisa terjadi pada perempuan yang telah melakukan hubungan seksual.
    Kanker Leher Rahim 99% disebabkan oleh Virus Papiloma anusia (HPV)



    Gejala Kanker Leher Rahim:

    1.   Haid tidak normal
    2.   Pendarahan tidak pada masa haid
    3.   Pendarahan pada masa menopause
    4.   Keputihan atau keluar cairan encer putih kekuningan terkadang bercampur darah seperti nanah
    5.   Perdarahan pasca berhubungan seks

    Faktor Resiko Terjadinya Kanker Leher Rahim :

    1.   Melakukan hubungan seks di usia muda
    2.   Berganti-ganti pasangan seks
    3.   Melakukan hubungan seks dengan pria yang sering berganti pasangan
    4.   Perokok aktif ataupun pasif
    5.   Perilaku seks tidak sehat

    Pemeriksaan apa yang dapat dilakukan untuk dapat mencegah Kanker Leher Rahim ?

    1.   Pemeriksaan IVA minimal sekali dalam 5 tahun
    2.   Pemeriksaan PAP Smear  tiap tahun
    3.   Pemeriksaan HPV

    Wanita yang sudah menikah atau sudah melakukan hubungan seks, perlu melakukan deteksi dini minimal sekali dalam 5 tahun

    Apa itu pemeriksaan IVA ?

    Pemeriksaan IVA adalah pemeriksaan leher rahim secara visual menggunakan asam cuka, yaitu dengan melihat leher rahim menggunakan mata telanjang untuk mendeteksi abnormalitas setelah dioles asam cuka.

    Krioterapi

    Adalah pengobatan lesi prakanker (IVA+) dengan cara pembekuan untuk menghancurkan sel yang sakit. Sangat mudah dan cepat serta dapat dilakukan di puskesmas.

    Dimana saja kita dapat melakukan tes IVA ???

    Menurut informasi yang kami dapat dari Kementerian Kesehatan RI melalui leaflet yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Tahun 2016, tes IVA dapat dilakukan di tempat-tempat sebagai berikut
     Bidan Desa
     Puskesmas Pembantu
     Puskesmas
     Rumah Sakit
     Rumah Bersalin  


    Jika Kanker Leher Rahim ditemukan pada tingkat dini, penyakit ini dapat disembuhkan! DETEKSI DINI SANGAT PENTING !!!
      
    Ayo dukung istri/pasangan anda untuk melakukan pemeriksaan dan tindak lanjut  deteksi dini Kanker Leher Rahim
                                                                                                                                                            
    Sumber :
    Direktorat Jenderal Pencegahan Penyakit dan Direktorat Jenderal Pencegahan Penyakit Tidak Menular  KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Tahun 2016

    Apa Itu Jantung???Dan Fungsinya Bagi Manusia


     jantung
    Dalam tubuh setiap individu terdapat banyak organ yang menjalankan fungsinya untuk kelangsungan hidup individu tersebut.

    Bukan hanya manusia saja yang disusun dengan organ,hewan,tumbuhan dan bahkan bakteri sekecil apapun memiliki organ dan memiliki peranannya masing-masing bagi setiap individu tersebut.

    Dalam kesempatan kali ini saya akan sedikit memberikan ilmu yang saya ketahui, dan dengan adanya artikel ini juga memberikan wawasan kepada teman-teman mengenai organ tersebut.organ yang akan saya bahas kali ini adalah jantung.

    “ Pokok Pembahasan ”
    1.        Apa Defenisi Dari Jantung

    2.        Fungsi jantung

    3.        Bentuk,Letak,Ukuran Serta Lapisan Dari Organ Jantung

    4.        Serta Istilah-Istilah Yang Terdapat Dalam Organ Jantung


    1.            Apa Defenisi Dari Jantung
    Jantung dalam bahasa latin(cor) merupakan sebuah organ yang bisa dibilang sangat
    vital dalam tubuh manusia. 

    Yang memompa darah keseluruh tubuh dan akan kembali lagi ke jantung untuk di
    proses kembali begitulah siklus singkat dari cara kerja jantung. 

    Dan memiliki peran penting dalam sistem peredaran darah.Terdiri dari otot jantung, bentuk dan
    susunannya sama dengan otot serat lintang tetapi cara kerjanya menyerupai otot polos yaitu
    diluar.

    kesadaran.jadi kerjanya jantung tanpa kita kontrol, semua dilakukan dibawah atas perintah
    otak yang mengirimkan sinyal yang di respon sendiri oleh jantung.

    2.            Fungsi jantung.

    Sudah saya singgungkan diatas bahwa Kerja jantung melalui mekanisme berulang dan
    terus menerus yang juga dikenal sebagai siklus jantung sehingga secara visual melihat
    atau dikenal sebagai denyut jantung. Melalui mekanisme berselang, jantung berkonstraksi
    untuk mengosongkan isi jantung, dan bersantai(relaksasi) untuk mengisi dengan darah.

    3.           Bagian, Bentuk, Letak, Ukuran Serta Lapisan Dari Organ Jantung.
    ·                Bagian-bagian dari jantung
    Jantung memiliki bagian –bagian yang harus kita pahami dengan baik saya akan
    membahasnya dalam uraian singkat.

    Jantung memiliki 4 petak,2 petak yang disebut atrium dan 2 petak lagi yang di sebut serahmu
    1.         Atrium Kanan(Serambi Kanan)
    2.         Atrium Kiri(Serambi Kiri)
    3.         Ventrikel Kanan(Bilik Kanan)
    4.         Ventrikel Kiri(Bilik Kiri)
    antara bagian-bagian yang sudah di uraikan di atas antara atrium kanan dan kiri ,ventrikel kanan dan kiri dipisahkan atau dihalangi oleh sebuah sekat yang disebut septum.septum merupakan otot yang berbentuk padat tidak atas celah antara bagian tersebut.

    Antara atrium dan ventrikel juga memiliki katup yang dirancang khusus untuk memasok darah dari atrium.katup pemisah antara antrium kanan dan ventrikel kanan disebut katub trikuspid (katup berdaun tiga). Katup ini mencegah darah dalam ventrikel kanan yang tidak mengalir kembali ke atrium saat jantung berkontraksi.

    Sedangkan pemisah antara antrium kiri dan ventrikel kiri disebut dengan katub  bikuspid (katup berdaun dua). Katup ini mencegah darah di ventrikel kiri yang tidak mengalir kembali ke atrium kiri saat jantung berkontraksi.sebelum darah di pompa keseluruh tubuh(sistem peredaran darah besar atau sistem peredaran darah kecil(jantung-paru-paru- kembali ke jantung).semua itu di proses di jantung dengan dengan mekanisme yang teratur dan continue(berlanjut).

    Dan memiliki 2 katup yaitu

    1. Katub Aorta
    2. Katub Pulmoner

    Katub Aorta
    Katup aorta terletak antara aorta dan ventrikel kiri jantung. Vena Pulmonal mengalirkan darah beroksigen ke atrium kiri jantung.Kemudian melewati katup mitral dan masuk ke ventrikel kiri. Pada setiap tindakan kontraksi jantung, darah beroksigen keluar dari ventrikel kiri melalui katup aorta.
    Sebagai bagian dari sistem jantung, katup rentan terhadap dua kondisi utama: Jika katup gagal untuk membuka semua jalan, hasilnya adalah stenosis aorta.Penyakit ini mempengaruhi kemampuan darah untuk pindah ke aorta secara efektif, dan dapat terjadi penyumbatan.
    Jika darah yang mengandung oksigen mengalir ke arah yang salah, fenomena yang disebut regurgitasi aorta akan terjadi. Hal ini disebabkan oleh katup aorta tidak berfungsi dengan benar. Pada dasarnya, darah dipompa ke aorta, tapi katup tidak menjaga dari memasuki kembali ventrikel kiri.
    Katub Pulmoner
    Katup pulmonal adalah salah satu dari dua katup yang memungkinkan darah untuk meninggalkan jantung melalui arteri. Ini adalah katup satu arah. Darah tidak bisa mengalir kembali ke jantung melalui katup terebut. Katup dibuka oleh tekanan darah yang meningkat dari sistol ventrikel, mendorong darah keluar dari jantung dan masuk ke dalam arteri.

    Katup ini menutup bila tekanan dalam jantung menurun. Katup pulmonal terletak di ventrikel kanan jantung. Katup pulmonal terbuka ke arteri pulmonalis. Frekuensi siklus ini tergantung pada denyut jantung. Stenosis katup pulmonal adalah suatu kondisi di mana aliran darah keluar dari jantung terhambat pada katup pulmonal.

    Penyebab paling umum biasanya adalah penyakit jantung bawaan, meskipun penyakit rematik jantung dan tumor karsinoid ganas juga dapat menimbulkan masalah.

    ·               Bentuk jantung

    Menyerupai jantung pisang,dan, bagian atasnya tumpul dan disebut juga basis cordis.  Disebelah bawah agak runang disebut apex cordis. 

    ·              Letak jantung

    Di dalam rongga dada sebelah depan (cavum mediastinum arteriol), sebelah kiri bawah dari pertengahan rongga dada, di atas diafragma dan pangkalnya dibelakang kiri ICS 5 dan ICS 6 dua jari dibawah papilla mamae.  Pada tempat itu teraba adanya pukulan jantung yang disebut Ictus Cordis.

    ·               Ukuran 
    Sebegia orang atau bahkan dokter specialis jantung juga berasumsi bahwa jantung manusia sebesar kepalan tangan orang dewasa orang dewasa dengan berat kira-kira 250-300 gram. Mungkin anggapan tersebut di tinjau dari pertumbuhan mentok jantung manusia selama hidupnya
    ·               Lapisan
    Endokardium   :  Lapisan jantung sebelah dalam, yang menutupi katup   jantung.
    Miokardium   :  Lapisan inti dari jantung yang berisi otot untuk berkontraksi.
    Perikardium    : Lapisan bagian luar yang berdekatan dengan pericardium  viseralis.

    Jantung sebagai pompa dalam hal ini jantung adalah untuk memompa darah sehingga dibagi jadi dua bagian besar, yaitu pompa kiri(peredaran darah besar)dan pompa kanan(peredaran darah besar).

    Pompa jantung kiri (peredaran darah besar) : peredaran darah yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh dimulai dari ventrikel kiri-aorta-arteri-arteriola-kapiler-venula-vena cava superior dan inferior-atrium kanan.

    Pompa jantung kanan (peredaran darah besar)  :  peredaran darah kecil yang mengalirkan darah ke pulmonal, dimulai dari ventrikel kanan  -arteri pulmonalis-atrium kiri.

    Gerakan jantung terhadap dua jenis, yaitu konstriksi (sistol) dan relaksasi (diastole) dari kedua atrium, terjadi serentak yang disebut sistol atrial dan diastole atrial.  Konstriksi ventrikel kira-kira 0,3 detik dan tahap dilatasi selama 0,5 detik.  Konstriksi kedua atrium pendek, sedang konstriksi ventrikel lebih lama dan lebih kuat.  Daya dorong dari vantrikel kiri harus lebih kuat karena harus mendorong darah ke seluruh tubuh untuk mempertahankan tekanan darah sistemik.

    Meskipun ventrikel kanan juga memompakan darah yang sama, tapi tugasny hanya mengalirkan darah ke sekitar paru-paru dimana tekanannya lebih rendah.

    ·               Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pompa Jantung

    Mekanisme yang mendasari gagal jantung meliputi gangguan kemampuan kontraktilitas jantung, yang menyebabkan aliran jantung normal.  Konsep curah jantung paling baik dijelaskan dengan persamaan CO=HR X SV dimana curah jantung (CO/Cardiac Output) adalah fungsi frekuansi jantung (HR) dan volume sekuncup (SV/Stroke Volume).

    Frekuensi janung adalah fungsi system saraf otonom.  Bila curah jantung berkurang, system saraf akan mempercepat frekuensi jantung untuk mempertahankan.  Bila mekanisme kompensasi ini gagal untuk mempertahankan perfusi jaringan yang memadai maka volume sekuncup jantunglah yang harus menyesuaikan diri untuk mempertahankan curah jantung.

    Tetapi pada gagal jantung dengan maslah utama kerusakan dan kekakuan serabut otot jantung, volume sekuncup berkurang dan curah jantung normal masih dapat dipertahankan
    Volume sekuncup.
    jumlah darah yang ompa pada setiap kontraksi jantung tergantung pada 3 faktor yaitu:
    Preload                 :adalah sinonim dengan hokum starling pada jantung yang menyatakan jumlah darah yang mengisi jantung berbanding langsung dengan tekanan yang ditimbulkan oleh regangan otot jantung.
    Kontraktilitas            :mengacu pada perubahan kekuatan kontraksi yang terjadi pada tingkat sel yang berhubungan dengan perubahan panjang serabut jantung dan kadar kalsium.
    Afterload                   :mengacu pada besarnya tekanan ventrikel yang harus dihasilkan untuk memompakan darah melawan perbedaan tekanan yang ditimbulkan oleh tekanan arteriol.



    Semoga bermanfaaat dengan penyampaian singkatku



    simak video anatomi dan fisiologi jantung